Book
Isu Pluralisme Dalam Perspektif Media
Pluralisme acapkali menjadi isu yang kontroversial dalam masyarakat Indonesia. Dalam masyarakat majemuk. persoalan suku, agama dan ras (SARA) merupakan persoalan yang sangat sensitif. Atas nama penegakan agama atau atas nama demokrasi dan hak asasi, misalnya, tidak jarang sekelompok kecil masyarakat memak-sakan pemahamannya. Demikianlah yang terjadi, misalnya, dalam kasus Jamaah Ahmadiyah dan RUU Porno-grafi. Dalam kasus Ahmadiyah, yang dipersoalkan adalah apakah Ahmadiyah perlu dibubarkan karena dianggap menyimpang dari mainstream ajaran Islam atau tetap dibiarkan eksis karena kebebasan beragama merupakan hak asasi setiap insan yang harus dijamin oleh negara? Sedangkan dalam kasus RUU Pornografi polemik terfokus pada perlu tidaknya RUU itu disahkan menjadi UU. Mereka yang mendukung pengesahan berargumen UU itu diperlukan untuk membendung bahaya pornografi yang berpotensi mengancam moralitas generasi muda. Penolakan terhadap pengesahan RUU didasarkan pada alasan UU itu berpotensi memasung kebebasan berek-spresi dan membuka peluang intervensi negara dalam urusan privat setiap warganya\r\n\r\nBuku yang diterbitkan The Habibie Center (THC) ini mencoba membahas kedua isu tersebut, berdasarkan polemik pemberitaan yang diangkat oleh sejumlah media massa. Dalam hal ini ada lima media massa cetak yang dikaji dan dianalisis, yakni surat kabar Kompas, Republika, Media Indonesia, majalah Tempo dan Gatra.\r\n\r\nSebagaimana masyarakat, media massa juga terpolarisasi ke dalam dua kutub antara yang pro dan kontra. Buku ini antara lain mencoba melihat latar belakang pemikiran dan pemahaman yang melandasi masing-masing media massa tersebut. Faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi media massa dalam menyikapi kedua isu tersebut? Selain aspek ideologi, buku ini juga mencoba melihat faktor ekonomi politik masing-masing media tersebut. Sulit untuk dipungkiri bahwa lama tidaknya sebuah isu yang diangkat media massa berkaitan erat dengan besar-kecilnya nilai jual isu tersebut. Oleh karena itu, buku ini menarik untuk dibaca guna memperkaya dan lebih mengapresiasi budaya demokrasi dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.
No other version available