OPAC

  • Home
  • Information
  • Register Member
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kisruh Peraturan Daerah : Mengurai Masalah & Solusinya
Bookmark Share

Book

Kisruh Peraturan Daerah : Mengurai Masalah & Solusinya

R. Siti Zuhro, Lilis Mulyani, dan Fitria - Personal Name;

Peraturan daerah (Perda) merupakan pilar utama yang memayungi realisasi otonomi daerah. Sebagaimana halnya undang-undang. Perda memiliki karakteristik yang bersifat mengatur, khususnya mengatur relasi antara pemerintah daerah, masyarakat lokal dan stakeholders lokal seperti dunia usaha. Perda bukan hanya mengatur hal-hal yang menyangkut kehidupan politik, sosial dan budaya masyarakat, tapi juga ekonomi daerah. Karena itu, Perda menjadi instrumen penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan daerah pada umumnya.
Di tataran praksis, Perda yang dibuat belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akibatnya, muncul pembatalan Perda oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan Mahkamah Agung. Pembatalan tersebut disebabkan oleh keinginan pemerintah daerah untuk memaksimalkan pendapatannya melalui pajak dan retribusi yang tak jarang justru melanggar undang-undang atau peraturan di atasnya. Depdagri menganggap sejumlah Perda telah melanggar pedoman yang telah ditentukan, baik oleh undang-undang maupun peraturan yang lebih tinggi lainnya.
Dalam konteks daerah Perda bukan hanya sebagai katalisator ekonomi, namun juga sebagai "alat" mengatur perilaku masyarakat. Masalahnya sejauh ini tak sedikit Perda yang dibuat disinyalir melanggar hak-hak asasi warga, termasuk hak-hak asasi perempuan. Komnas Perempuan merilis ada 154 Perda yang dinilai diskriminatif. Perda yang melanggar hak-hak asasi perempuan karena membatasi gerak perempuan dan mengatur cara berpakaian bagi perempuan.
Fenomena pembatalan Perda oleh Depdagri dan penolakan oleh sebagian masyarakat atas sebagian Perda yang disahkan memunculkan pertanyaan: bagaimana proses pembentukan Perda dan apa kendalanya serta bagaimana prospeknya ke depan? Buku ini berusaha mengurai dan mencari solusi kekisruhan Perda.


Availability
#
My Library Location name is not set
2010000017661
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
-
Publisher
: Yogyakarta : The Habibie Center., 2010
Collation
122.0 pages
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786028335416.0
Classification
348.598
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

OPAC
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Perpustakaan TIFA Foundation menyediakan akses terbuka terhadap koleksi buku, laporan penelitian, jurnal, dan sumber daya pengetahuan yang mendukung demokrasi, hak asasi manusia, keberagaman, dan penguatan masyarakat sipil di Indonesia.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — OPAC Tifa Foundation

Powered by TIFA
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?