OPAC

  • Home
  • Information
  • Register Member
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Difusi Inovasi Daerah : Hasil Monitoring dan Evaluasi Kinerja Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan dalam Rangka Otonomi Awards 2011
Bookmark Share

Book

Difusi Inovasi Daerah : Hasil Monitoring dan Evaluasi Kinerja Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan dalam Rangka Otonomi Awards 2011

Basir Kadir, Ahmad Syam, A. Mattingaragau T, dkk - Personal Name;

Tahun 2011 menandai tepat satu dekade implementasi otonomi daerah sejak dicanangkan secara resmi 1 Januari 2001. Banyak perbaikan yang telah berlangsung meski masih banyak harapan yang belum terwujud. Memang masa sepuluh tahun belum dapat memenuhi semua harapan. Namun, alih-alih terus mendukung pelaksanaan otonomi daerah untuk mewujudkan semua harapan tersebut, sejumlah pihak malah berpikir untuk kembali ke sistem sentralisasi. Pihak-pihak yang melakukan "kampanye negatif kembali ke sentralisasi adalah pihak yang menilai bahwa otonomi daerah telah gagal karena, pertama, kasus korupsi di daerah semakin marak, kedua, terjadi disharmoni antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten. Apa yang perlu dilakukan sebagai "counterblow" atas opini yang terlanjur berkembang tersebut? Jawabannya adalah diperlukannya kampanye tandingan, "kampanye positif sebagaimana pada kegiatan Otonomi Awards. Otonomi Awards merupakan kegiatan yang mengapresiasi prestasi pemerintah kabupaten/kota berkinerja terbaik. Prestasi dan kinerja terbaik tersebut dalam wujud daya kreatif dan inovatif dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi, melakukan terobosan program sehingga tidak saja terbebas dari masalah yang dihadapi melainkan juga menjadi jalan memintas kemajuan. Sebagai jalan bebas otonomi daerah telah memberikan napas kebebasan bagi daerah. Napas yang menyadarkan semua pihak bahwa sentralisasi yang puluhan tahun diberlakukan telah membelenggu hal paling fundamen dalam pembangunan: kebebasan. Padahal, sudah menjadi fitrah bahwa sepanjang kemajuan diupayakan secara bebas maka kebebasan akan mendatangkan kemajuan. Lihat saja, sejak kran otonomi daerah dibuka, inisiatif dan prakarsa mengalir deras seperti air yang ditumpahkan dari tempayan. Inisiatif dan prakarsa yang terus mengalami difusi sehingga memudahkan untuk direplikasi.


Availability
#
My Library Location name is not set
2010000017135
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
-
Publisher
: Makassar : FIPO., 2011
Collation
245.0 pages
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786029560435.0
Classification
352.14
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

OPAC
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Perpustakaan TIFA Foundation menyediakan akses terbuka terhadap koleksi buku, laporan penelitian, jurnal, dan sumber daya pengetahuan yang mendukung demokrasi, hak asasi manusia, keberagaman, dan penguatan masyarakat sipil di Indonesia.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — OPAC Tifa Foundation

Powered by TIFA
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?