OPAC

  • Home
  • Information
  • Register Member
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Memaknai dan Mengukur Disparitas : Studi terhadap Praktik Pemidanaan pada Tindak Pidana Korupsi
Bookmark Share

Book

Memaknai dan Mengukur Disparitas : Studi terhadap Praktik Pemidanaan pada Tindak Pidana Korupsi

Anugerah Rizki Akbari, Adery Ardhan Saputro, dan Andreas Nathaniel Marbun - Personal Name;

Putusan pengadilan perkara tindak pidana korupsi menjadi salah satu tumpuan dalam agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Putusan ini diharapkan dapat memberikan keadilan kepada masyarakat akibat perilaku korup para pelakunya. Namun, dalam kenyataannya, banyak hal yang harus diperbaiki oleh majelis hakim dalam menyempurnakan putusan yang dijatuhkannya, salah satunya berkenaan dengan isu disparitas pemidanaan. Permasalahan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan kebebasan dan kemandirian yang dimiliki hakim. Tidak bisa dipungkiri, kedua hal ini memang merupakan mahkota sang pengadil dan esensial dalam mempertimbangkan karakteristik dan keunikan dari tiap-tiap perkara yang diadilinya. Namun, kebebasan dan kemandirian ini tetap harus diberikan batasan agar vonis dan pertimbangan yang dijatuhkan hakim tetap berada dalam kerangka rasionalitas dan sejalan dengan narasi keadilan. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa negara telah menerapkan berbagai kebijakan untuk merasionalisasikan penjatuhan vonis dan pertimbangan dalam suatu kasus. Kebijakan tersebut dikenal sebagai pedoman pemidanaan (sentencing guideline) yang diterapkan di Inggris maupun Amerika Serikat. Kebijakan lain diterapkan oleh Belanda untuk mengatasi disparitas yaitu dengan panduan penuntutan (prosecutorial guideline), poin referensi yudisial tentang pemidanaan (judicial reference points of sentencing), dan penyusunan benchmark atas kasus kasus tertentu. Di sisi lain, Jerman memiliki mengembangkan margin/leeway theory dan pendekatan normal/average case (regelfall) sedangkan Australia memilih menyusun guideline judgment dan mengembangkan benchmark seperti halnya di Belanda. Sebelum mengadopsi atau bahkan melakukan transplantasi kebijakan tersebut, MaPPI FHUI melakukan penelitian yang dipublikasikan dalam buku ini.


Availability
#
My Library Location name is not set
2010000010020
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
-
Publisher
: Depok : Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia., 2017
Collation
193.0 pages
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978979897283.0
Classification
345.01
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

OPAC
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Perpustakaan TIFA Foundation menyediakan akses terbuka terhadap koleksi buku, laporan penelitian, jurnal, dan sumber daya pengetahuan yang mendukung demokrasi, hak asasi manusia, keberagaman, dan penguatan masyarakat sipil di Indonesia.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — OPAC Tifa Foundation

Powered by TIFA
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?